Hello World !!

Oktober 19, 2006

Yo, hello world !

Kata-kata ini sangat berarti bagiku, memberi sebuah awal untuk belajar. Gimana enggak, setiap aku sedang mempelajari sebuah bahasa pemrograman, inilah kata-kata favorit yang aku coba tampilkan.

Karena itu tiap kali membaca tulisan “Hello World” di halaman internet, di program, di blognya seseorang, di blogku sendiri, aku merasa bahagia seperti saat pertama kali berhasil memunculkan kata itu di layar komputer, seperti waktu dulu belajar C (waktu itu gak ngerti pemrograman, buku pun tak punya…).

Alhasil, 2 kata itu menjadi batu lompatanku untuk bisa memrogram seperti sekarang, dan memberi semangat untuk terus mempelajari sesuatu yang baru.


Pengamen

September 13, 2006

Biasanya kalau sore dan saya di rumah – saya memang agak jarang sih sore-sore di rumah – ada pengamen yang mampir dan menunjukkan kebolehannya memainkan alat musik, ada juga sih yang modalnya cuma suara pas-pasan atau alat musik sangat sederhana (tepuk tangan saja…)

Saya teringat kemaren sore saat seorang ibu gemuk mampir di depan rumah sambil bawa gitar, pastinya dia mau ngamen, tak lama kemudian dia mulai menyanyi. Alangkah terkejutnya saya ternyata ibu itu sangat lihai, dia menyanyikan lagu – yang kedengerannya seperti lagu jawa, pake bahasa setingkat kromo inggil dan saya tidak paham artinya, atau bahasa lainnya saya kurang tau – sambil memainkan gitarnya. Suara nyanyian ibu itu merdu, tak kalah permainan gitarnya cukup hebat. Saya takjub dengan jam session yang dilakukan ibu itu, maka saya buka pintu rumah saya untuk mendengarkan dan menghormati, mungkin juga menikmati alunan musiknya.

Pengamen handal seperti itu bukannya yang pertama sih di daerah rumah saya ada bapak-bapak yang suaranya merdu, ada juga kelompok yang ngamen bareng sekitar 4-5 orang membawa alat musik yang aneh aneh, permainannya mantap juga komplit deh, ada juga anak muda – mungkin seumuran dengan saya – dia pandai meniru lagu-lagu yang sedang hit.

Setelah bermain selama 1 menit lebih saya rogoh semua uang receh yang ada di kantong saya lalu saya berikan kepada sang ibu. Ibu itu tersenyum, melanjutkan lagunya sampai baris tertentu dan menyelesaikannya dengan lembut lalu pergi sambil mengucap terima kasih.

Kesan yang saya dapatkan dari live performance orang-orang seperti itu sangat mendalam, mereka memainkan lagu mereka dengan penuh kesungguhan dan membuat perasaan pendengarnya mengalir dalam nada yang mereka nyanyikan. Jauh berbeda dengan permainan yang sekedar asal-asalan, asal dapet diberi uang saja. Orang-orang hebat seperti itu, entah mereka tergolong entertainer atau seniman, mereka memainkan lagunya sampai selesai, mungkin uang yang mereka peroleh tidak jauh beda dengan yang sekedar asal-asalan, tapi mereka terus menyanyikan lagu berikutnya, dan berikutnya lagi dengan sepenuh hati.

Mereka jelas menuangkan hati mereka dalam pekerjaannya. Hal yang masih sulit untuk saya lakukan.